TERBARU

Apa yang Anda cari?.

Selasa, 13 November 2012

Ini Dia Tempat Penjual Sate dan Tongseng Enak di Solo




Makanan khas Solo memang beragam dan semuanya dijamin memanjakan lidah.  Tak terkecuali sate dan tongseng.  Tempat penjual kedua kuliner ini banyak ditemui di Solo namun ada beberapa yang memang membuat ketagihan.  Penasaran?  Yuk, simak!

Pernah saya usai berbelanja di salah satu toko peralatan bayi di Solo mampir ke sebuah warung sate buntel.  Ya, sate buntel terkenal di Solo selain sate kambing.  Dibuat dari daging kambing yang dicincang kasar, dibumbui, dibungkus dengan bagian lemak tipis menyerupai sosis, lalu ditusuk dengan tusukan bambu. Dipanggang di atas bara arang. Bumbunya sama dengan sate biasa: kecap manis dengan cabe, merica, dan bawang merah.

Bukan hanya itu, seorang chef rekan saya Herry Beng Koestanto juga mengatakan ada sate kere yang unik yang membuat penasaran.  Dalam bahasa Jawa, kere berarti miskin.  Nah, mungkin alasannya karena harganya yang sangat murah.  Bahannya sederhana, yaitu tempe gembus (tempe yang dibuat dari ampas tahu), dan bagian-bagian sapi seperti kulit, babat, usus, dan lain-lain.  Untuk yang satu ini paling terkenal adalah Sate Yu Rebi di daerah belakang Sriwedari.

Herry Beng Koestanto bilang hampir semua penjual sate kambing juga menjual tongseng.  Mereka memiliki rasa khas berbeda-beda.  Oia, ada juga yang disebut garang masak, bedanya daging dibakar dulu setengah matang.  Hmm..jadi lapar, hehe!

Ini dia tempat-tempat rekomendasi Herry Beng Koestanto:

Sate Kambing Tambaksegaran Asli > 1. Jalan Sutan Syahrir 149, Tambaksegaran, 2). Jalan Gajah Mada 93, 08180 2500110, 12.00–22.30: Gerai kedua diawaki oleh adik laki-laki. Kualitas sate buntelnya otentik. Yang khas di sini adalah kikil bakar. Top markotop! Tengkleng kaki kambing-nya juga boleh diuji.

Sate Ibu Hj. Bejo > Jl. Sebakung (dulu Jl. Perunggu 10, Lojiwetan, 0271 662282, 07.00–16.00: Pak Bejo sudah meninggal. Karena itu sekarang ganti nama. Juga pindah tempat ke belakang Jalan Kapten Mulyadi. Konsistensi kualitas tetap terjaga.

Sate Yu Rebi > Jl. Kebangkitan Nasional, Kios 1-2, Teposanan (belakang Sriwedari), 0271 739839, 12.00–19.00: Khusus sate kere. Juga ada cabang di jalan yang sama, sedikit ke Utara di daerah Penumping.

Sate mBok Galak > Jl. Ki Mangunsarkoro 122, Sumber, 0271 730042, 07.00–19.00: Jangan khawatir, sekalipun bernama Mbok Galak, dia cuma galak kepada para pembantunya, bukan kepada para tamu.

Sate Kambing Pak Darso > Jl. Raya Pengging, Kab. Boyolali dekat Kantor Pos Banyudono, 0271 7009501, 07.30–14.00: Andalan Pak Darso adalah klenyer, yaitu tongseng dengan kuah nyemek, sehingga terasa klenyer-klenyer. Dagingnya diambil dari sate yang sudah dibakar, dimasukkan dalam kuah klenyer.

Tongseng Man Gullit > Jl. Parang Gesit 44, Sondakan, dekat pertigaan Jl. Dr. Rajiman – Jl. agus Salim, 08180 4436500, 07.00–14.00: Nama aslinya adalah Man. Karena berjualan gule, ia lalu dipanggil Man Gule. Kemudian berubah menjadi Man Gullit karena ia pengagum berat Ruud Gullit, pesepakbola andal dari Belanda di masa lalu). Man Gullit dikenal karena tongseng bokong kambing (buntut kambing dan daging berlemak di bagian pantat kambing).

Pondok Sate Kambing Mas Di > Jl. Gatot Subroto 167, 0271 641896: Terkenal karena sate buntel, tongseng torpedo, dan garang masak-nya.

Warung Sate Mas Mario > Jl. Kapten Mulyadi (depan RSUI Kustati), 0813 29411230: Terkenal sate buntel dan garang masaknya.

0 komentar: